News

IMEI (International Mobile Equipment Identity)
28-05-2018

IMEI (International Mobile Equipment Identity)

IMEI (singkatan dari International Mobile Equipment Identity) adalah kode unik yang terdiri dari 15 digit/angka yang dimiliki oleh tiap  transceiver perangkat telepon seluler. Perangkat telepon seluler yang memiliki 2 SIM Card dengan 2 transceiver yang berbeda memiliki 2 IMEI yang unik (berbeda dari yang lain). IMEI dikodekan ke dalam perangkat keras, menjadikannya hampir tidak mungkin merubahnya tanpa merusak perangkat kerasnya.

IMEI digunakan oleh jaringan GSM untuk mengidentifikasi perangkat telekomunikasi yang mencoba tersambung dengan jaringan tersebut. Oleh karena itu, IMEI dapat digunakan untuk memblokir telepon seluler yang dicuri atau dilaporkan hilang agar tidak tersambung dengan jaringan GSM.

Dalam tahun 2000 GSMA diminta oleh para pemangku kepentingan industri untuk mengambil tanggung jawab dalam mengalokasikan beragam nomor IMEI kepada para pabrikan perangkat seluler. Berdasarkan dokumen resmi GSMA TS.06 - IMEI Allocation and Approval Process Version 14.0 yang diterbitkan pada 19 Maret 2018, struktur IMEI sesudah 1 Januari 2003 adalah sebagai berikut:

Type Allocation Code

Serial Number

Check Digit

NN

XXXXXX

ZZZZZZ

A

Dua digit pengidentifikasi Reporting Body, misalnya 01 untuk CTIA.

Enam digit pengidentifikasi jenis perangkat seluler yang ditentukan oleh Reporting Body.

Kisaran angka yang terdiri dari 6 digit yang dialokasikan oleh Reporting Body tapi diberikan ke setiap perangkat telekomunikasi seluler oleh pabrikan .

Satu digit yang dihitung dari digit-digit IMEI menggunakan rumus tertentu (rumus Luhn) oleh pabrikan.

 

Type Allocation code (TAC) adalah kode alokasi tipe perangkat telepon seluler.

Reporting Body adalah organisasi yang ditunjuk oleh GSMA sebagai organisasi yang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk mengalokasikan TAC kepada model-model perangkat seluler. Sampai tahun 2018 sudah ada 17 Reporting Body. Untuk contoh, Cellular Telephone Industry Association (CTIA) diberi pengidentifikasi 01.

Pengidentifikasi tipe perangkat seluler ditentukan oleh Reporting Body. Feature phone, smartphone, tablet, dongle, modem, WLAN router, perankat IoT dan lain-lain masing-masing akan memiliki pengidentifikasi yang berbeda.

Check Digit dimaksudkan untuk membantu melindungi kemungkinan entri yang tidak benar ke dalam perangkat register milik operator seluler (untuk mendeteksi kesalahan pembacaan IMEI). Untuk teknologi seluler fase 1, nilai Check Digit adalah 0.

Seiring perkembangan teknologi, software yang digunakan dalam perangkan selular berkembang dari suatu versi ke versi yang lebih tinggi. Pabrikan sering memperagakan nomor versi software pada ujung dari IMEI. Untuk itu, selain IMEI, dikenal juga:

IMEISV = 14 digits (tanpa check digit) + 2 digit nomor versi software

IMEI telepon seluler dapat diketahui oleh pengguna dengan cara mendial *#06#

Namun ada pabrikan tertentu seperti Samsung yang memperagakan  IMEI beserta SV dengan format yang lengkap, dan dipisahkan tanda garis miring, saat pengguna mendial *#06#, yaitu:

IMEI & SV = 14 digits + 1 check digit / 2 digit software version number.