Persyaratan dan Kewajiban Sertifikasi

PERSYARATAN SERTIFIKASI

Masyarakat dapat mengajukan permohonan Sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi dengan cara:

Mendaftar secara on-line melalui website https://sertifikasi.postel.go.id/

 

  1. Untuk Permohonan Pendaftaran Perusahaan Baru melalui online dengan melengkapi form isian di website e-sertifikasi serta mengunggah lampiran persyaratan sebagai berikut:
    1. Akta pendirian perusahaan dan perubahannya jika ada.
    2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
    3. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)kecuali untuk instansi pemerintah / Penyelenggara negara.
    4. Surat Ijin Usaha Perusahaan (SIUP) kecuali untuk instansi pemerintah / Penyelenggara negara dan perwakilan negara asing.
  2. Untuk Permohonan Sertifikasi Baru melalui online dengan melengkapi form isian di website e-sertifikasi serta mengunggah lampiran persyaratan sebagai berikut:
    1. Spesifikasi teknis dan operasional alat dan perangkat telekomunikasi.
    2. Pakta Integritas.
    3. Surat pernyataan sebagai berikut :
      1. Kesediaan dilakukan peninjauan dan/atau pengambilan sampel uji. Disertakan Surat Pernyataan bahwa sampel uji telah tersedia dan siap untuk diuji.
      2. Kesediaan untuk diambil sampel saat uji petik (PMS).
      3. Jaminan spesifikasi teknis dan kualitas alat dan perangkat telekomunikasi adalah sama dengan spesifikasi teknis dan kualitas alat dan perangkat telekomunikasi yang telah mendapat sertifikat melalui pengujian, dalam hal dilakukan evaluasi dokumen.
    4. Surat Perjanjian kerjasama dengan operator telekomunikasi Indonesia, khusus perangkat:
      1. Penguat Signal (repeater/boster) sistem komunikasi bergerak seluler.
      2. Sistem komunikasi satelit (model satelit dan telepon satelit).
    5. Surat penunjukan dari pemegang merk kepada pemohon yang mengajukan evaluasi dokumen atas alat dan perangkat telekomunikasi yang telah mendapat sertifikat.
    6. Khusus perangkat telekomunikasi seluler, komputer genggam(handheld), dan komputer tablet wajib melampirkan salinan surat keterangan resmi dari lembaga berwenang yang memuat daftar International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk GSM, dan Mobile Equipment Identifier(MEID) untuk CDMA atau sejenisnya.
    7. Sertifikat TKDN untuk perangkat yang memiliki fitur 4G LTE.
    8. Deklarasi Kesesuaian untuk yang mengajukan sertifikasi melalui SdoC
    9. Identitas penandatangan deklarasi kesesuaian untuk yang mengajukan sertifikasi melalui SdoC
    10. Laporan hasil uji alat dan perangkat telekomunikasi untuk yang mengajukan sertifikasi melalui SdoC
    11. Surat penunjukan dari pemegang merk bagi distributor resmi atau pembuat produk yang dirakit di Indonesia untuk yang mengajukan sertifikasi melalui SDoC.
    12. Perjanjian Penggunaan Lisensi dalam hal Pemohon Sertifikasi dalam lingkup Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro)
  3. Untuk Permohonan Pengalihan Sertifikat, Perubahan Sertifikat, dan Perpanjangan Sertifikat melalui online dengan melengkapi form isian di website e-sertifikasi serta mengunggah lampiran persyaratan sebagai berikut:
    1. Surat Pernyataan bahwa tidak ada perubahan spesifikasi teknis alat dan perangkat telekomunikasi.
    2. Akta perubahan perusahaan dan NPWP untuk permohonan perubahan sertifikat berupa alamat perusahaan.
    3. Surat perjanjian kerjasama atau surat alih kuasa antara dua pihak yang melakukan pengalihan untuk permohonan pengalihan sertifikat.

Untuk Permohonan Pengalihan Sertifikat, Perubahan Sertifikat, dan Perpanjangan Sertifikat pemohon wajib menyerahkan hardcopy sertifikat sebelumnya ke loket sebelum diproses/divalidasi permohonannya oleh loket.

a. Surat permohonan Sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi ditujukan kepada :
  Direktur Standardisasi PPI
Ditjen SDPPI Kemkominfo
Gedung Sapta Pesona Lantai 8
Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 17 Jakarta Pusat
b. Mengisi form Formulir FR.PM.5.
c. Mengisi form Pakta Integritas.
d. Sertifikat Asli.
e. Mengisi form Surat Pernyataan Spesifikasi Teknis sebagai pernyataan bahwa tidak ada perubahan spesifikasi teknis alat dan perangkat telekomunikasi.

Kewajiban Pemegang Sertifikat

Pemegang sertifikat wajib menempelkan label yang dibuat sendiri, pada setiap alat/perangkat telekomunikasi. Pada label harus tercantum "SDPPI" dan nomor sertifikat yang telah diperoleh. Ukuran label tergantung dari permukaan alat/perangkat yang akan ditempelkan label dan harus dapat dengan mudah dilihat dengan mata telanjang. Jika pada alat/perangkat tidak dimungkinkan untuk dilaksanakan penempelan label maka dimungkinkan bagi pemohon untuk mencetak label pada buku petunjuk penggunaan atau petunjuk pemasangan. Pemegang sertifikat wajib melaporkan jumlah perangkat yang diberi label kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika.

Format Label :

[Nomor Sertifikat]
[Nomor PLG.ID]


Keterangan :
a. [Nomor Sertifikat] adalah Nomor sertifikat yang diterbitkan untuk setiap alat dan perangkat telekomunikasi.
b. [Nomor PLG. ID] adalah Nomor PLG. ID (Identitas Pelanggan) berdasarkan database Lembaga Sertifikasi.

Contoh Label:

1234/SDPPI/2010
1234567